Ibukota Pindah ke Kaltim, Rasid : Masyarakat Jangan Jadi Penonton
TENGGARONG, Terkait
pemindahan ibukota negara dari DKI Jakarta ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan
Kabupaten Penajam Paser Utara, Ketua DPRD Sementara Kutai Kartanegara Abdul
Rasid menyambut positif keputusan dari Presiden Joko Widodo tersebut.
Menurut Rasid, hanya tinggal bagaimana Pemerintah Provinsi
Kaltim menyikapi keputusan Presiden Joko Widodo, dengan maksud jika sudah
ditetapkan di Kukar dan PPU, bukan hanya dua kabupaten ini saja yang merasakan
dampaknya, tapi juga masyarakat yang ada di Kaltim secara keseluruhan.
"Oleh karena itu, ini perlu sinergi pemerintah daerah yang
ada di Kaltim," ungkap Abdul Rasid pada awak media.
Hal ini harus dilakukan agar arah pembangunan nantinya akan
dirasakan oleh seluruh masyarakat Kaltim sebagai dampak pemindahan ibukota
negara.
Rasid juga mengatakan akan terus memantau terkait pemetaan
Kabupaten Kukar untuk menjadi ibukota negara berdasarkan kajian-kajian dari
akademisi, karena itu dikira sangat perlu sekali dilakukan.
Selain itu, Pemkab Kukar juga tentunya harus menyiapkan langkah-langkah
yang perlu dilakukan untuk bagaimana menyiapkan infrastruktur dan SDM, apabila
tidak dilakukan ditakutkan SDM yang ada di Kukar akan tertinggal dgn SDM dari
luar. Jangan sampai nanti masyarakat Kukar menjadi penonton dirumah sendiri.
"Kalau itu terjadi masyarakat kita juga harus cepat harus
siap dengan konsekuensi berkaitan dengan dampak pembangunan ibukota itu
sendiri," lanjut Rasid.
Terkait masalah spekulan tanah, Rasid tidak menampik jika hal
itu akan muncul, dan kemungkinan banyak dari luar daerah yang memang mau
mengesuai daerah tersebut. Rasid berharap agar masyarakat tidak terlalu mudah
tergiur untuk menjual tanahnya, karena kedepannya pembangunan di Kukar akan
pasti lebih pesat lagi. Karena apabila disana dijadikan ibukota negara, masyarakat
kita yang harus diutamakan.
Selain itu, masalah konflik tanah pun rentan akan terjadi,
diharapkan Pemkab Kukar khususnya yg berada dilapangan harus teliti dan
berhati-hati dalam menyikapi jual beli tanah itu sendiri.
"Jangan sampai terjadi tumpang tindih yang ujung-ujungnya
merepotkan kita sendiri," pungkas Rasid.pii/poskotakaltimnews.com